<!doctype linuxdoc system>

<!-- Ini adalah dokumen Linux untuk NIS-HOWTO. Menjelaskan bagaimana
     cara meng install klien NIS dan server NIS serta sebagai klien
     NIS+
 -->

<article>
<title>Linux NIS(YP)/NIS/NIS+ HOWTO 
<author>Thorsten Kukuk diterjemahkan oleh Joanes B Prasatya
<date>v0.9, 10. Januari 1998 terjemahan 1 Pebruari 1998

<abstract>
Dokumen ini berisi bagaimana cara mengkonfigurasi Linux sebagai 
client NIS(YP) atau NIS+ dan bagaimana pula cara melakukan instalasi 
Linux sebagai server NIS. 
</abstract>

<!-- Table of contents -->
<toc>

<sect>Pengantar   
<p>
Banyak mesin Linux yang diinstal sebagai bagian dari suatu jaringan 
komputer. Untuk mempermudah administrasi jaringan, banyak jaringan 
(terutama jaringan yang berbasis SUN) menggunakan Network 
Information Service. Apabila fasilitas ini tersedia pada jaringan 
dimana Linux berada, maka Linux dapat memanfaatkan keberadaan dan 
kelebihan NIS ini atau menyediakan fasilitas NIS untuk mereka sendiri. 
Mesin Linux dapat pula menjadi client NIS+ secara penuh, pelayanan 
untuk ini masih dalam taraf beta. 

Dokumen ini mencoba untuk menjawab pertanyaan sekitar setting 
NIS(YP)dan NIS+ pada mesin Linux Anda. Jangan lupa untuk membaca 
bagian dari <ref id="portmapper" name="the RPC Portmapper">

NIS-Howto diedit dan ditangani oleh 

<quote>
      Thorsten Kukuk, <tt/kukuk@vt.uni-paderborn.de/
</quote>

dan diterjemahkan oleh
<quote>
      Joanes B Prasetya, <tt/joanes@indo.net.id/
</quote>

Sumber informasi utama untuk NIS-Howto berasal dari

<tscreen><verb>
Andrea Dell'Amico            <adellam@ZIA.ms.it>
Mitchum DSouza               <Mitch.DSouza@NetComm.IE>
Erwin Embsen                 <erwin@nioz.nl>
Peter Eriksson               <peter@ifm.liu.se>
</verb></tscreen>

Kepada mereka kami mengucapkan terima kasih atas penulisan versi 
pertama dari dokumen ini.

<sect1>Versi varu dari dokumen ini

<p>
Versi baru dari dokumen ini akan disebarkan secara periodik pada 
newsgroup <url url="news:comp.os.linux.help" 
name="comp.os.linux.help"> dan <url url="news:comp.os.linux.announce" 
name="comp.os.linux.announce">. Dokumen-dokumen ini pula akan di 
letakkan pada semua WWW dan Ftp untuk Linux, juga termasuk home page 
milik LDP.

Anda dapat selalu melihat versi terbaru dari dokumen ini pada World 
Wide Web dengan URL 
<url url="http://sunsite.unc.edu/mdw/HOWTO/NIS-HOWTO.html" 
name="http://sunsite.unc.edu/mdw/HOWTO/NIS-HOWTO.html">.
atau di koleksi HOWTO Linux Indonesia <url url="http://www.linux.or.id/HOWTO"
name ="http://www.linux.or.id/HOWTO">

<sect1>Kemungkinan kesalahan

<p>
Meskipun dokumen ini telah dibuat sedemikan rupa sesuai dengan 
kemampuan terbaik dari penulis, tidak menutup kemungkinan masih 
adanya kesalahan. Silahkan membaca file README yang disertakan pada 
setiap bagian dari perangkat lunak yang di sebutkan di dalam dokumen 
untuk untuk mendapatkan informasi yang lebih mendetail dan lebih 
akurat.

<sect1>Tanggapan dan koreksi

<p>
Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang dokumen ini, Anda 
dapat mengirim surat pada Thorsten Kukuk, pada 
<htmlurl url="mailto:kukuk@vt.uni-paderborn.de"
name="kukuk@vt.uni-paderborn.de">.Penulis bersedia menerima saran dan 
kritik. Jika Anda menemukan kesalahan dalam dokumen ini, silahkan 
memberitahukan kepada penulis sehingga diketahui dan diperbaiki pada 
versi berikutnya.  Terima kasih.

<em/Jangan/ mengirim mail kepada penulis tentang masalah-masalah 
khusus berkenaan dengan distribusi Linux Anda. Penulis tidak 
mengetahui setiap distribusi Linux. Tetapi penulis akan berusaha 
menambah setiap penyelesaian yang Anda kirimkan.

(Catatan : Untuk koreksi atau tanggapan mengenai terjemahan ini
 kedalam bahasa Indonesia, silahkan hubungi Joanes B. Prasatya
 <htmlurl url="mailto:joanes@indo.net.id" 
 name="joanes@indo.net.id">)

<sect1>Ucapan terimakasih

<p>
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang telah 
membantu (secara langsung maupun tidak langsung) penulisan dokumen 
ini. Dalam urutan alfabetis :

<tscreen><verb>
Byron A Jeff            <byron@cc.gatech.edu> 
Miquel van Smoorenburg  <miquels@cistron.nl>
</verb></tscreen>

Theo de Raadt &lt;deraadt@theos.com> yang bertanggung jawab  untuk 
kode client yp yang asli. Swen Thuemmler &lt;swen@uni-paderborn.de> 
yang telah melakukan translasi kode tersebut ke dalam Linux dan juga 
mentranslasikan rutin-rutin untuk yp tersebut ke dalam libc (sekali
lagi, pekerjaan ini berdasarkan pekeraan Theo) Thorsten Kukuk telah 
menulis rutin-rutin NIS(YP) dan NIS+ untuk GNU libc 2.x dari awal.

<sect>Daftar kata-kata dan informasi umum

<sect1>Daftar istilah

<p>
Di dalam dokumen ini, banyak terdapat akromin/singkatan yang 
dipergunakan. Berikut ini adalah akromin/singkatan yang penting 
beserta dengan penjelasannya.

<descrip>
<tag/DBM/Database Management, sebuah library dari fungsi yang 
        menangani pasangan key-content di dalam sebuah basis data.

<tag/DLL/Dynamically Linked Library, sebuah library yang di link pada 
        sebuah executable program pada saat run-time.

<tag/domainname/Sebuah nama yang bertindak sebagai "kunci" yang 
        dipergunakan oleh client-client NIS untuk dapat mencari server 
        NIS yang sesuai dengan nama domainname nya. Perlu dicatat 
        bahwa nama domain di sini tidak ada hubungannya dengan DNS.

<tag/FTP/File Transfer Protocol, sebuah protokol yang dipergunakan 
        untuk mengirim berkas diantara dua komputer.

<tag/libnsl/Name services library, kumpulan obyek-obyek yang 
        dipergunakan apabila dilakukan pemakaian / pemanggilan 
        fungsi-fungsi seperti getpwnam, getservbyname, dan lain-lain 
        oleh Unix SVR4. GNU libc menggunakan ini untuk fungsi-fungsi 
        NIS (YP) dan NIS+

<tag/libsocket/Socket services library, sebuah kumpulan obyek yang 
         dipergunakan untuk pemanggilan fungsi-	fungsi yang 
         berhubungan dengan socket seperti socket, bind, listen dan 
         lain-lain pada Unix SVR4.

<tag/NIS/Network Information Service, sebuah fasilitas yang 
        menyajikan informasi, yang dikenal diseluruh jaringan dan 
        mesin. Ada dukungan/ pelayanan untuk NIS pada library libc 
        yang standard milik Linux, yang mana pada dokumen ini 
        dimaksudkan sebagai NIS yang tradisional.

<tag/NIS+/Network Information Service (Plus :-),dasarnya adalah NIS. 
        NIS+ didisain oleh Sun Microsystems Inc. untuk mengganti NIS 
        dengan kemampuan keamanan yang ditingkatkan dan	untuk juga 
        instalasi yang lebih besar.

<tag/NYS/Merupakan nama dari sebuah proyek dan kependekan dari NIS+
        ,YP dan Switch dan ditangani oleh Peter Eriksson
        &lt;peter@ifm.liu.se>. Berisi implementasi ulang yang lengkap 
        yang menggunakan fungsi untuk Name Services Switch yang 
        merupakan bagian dari library NYS.

<tag/NSS/Name Services Switch. Sebuah file /etc/nsswitch conf yang 
        berisi urutan pencarian yang dilakukan ketika sebuah 
        informasi dibutuhkan.

<tag/RPC/Remote Procedure Call, rutin-rutin RPC yang memungkinkan 
        program C melakukan pemanggilan procedure dari mesin lain 
        melalui jaringan. RFC yang dimaksud , paling sering merupakan 
        varian dari Sun RPC.

<tag/YP/Yellow Pages(tm), merek terdaftar di Inggris, milik UK of 
        British Telecom plc.

<tag/TCP-IP/Transmission Control Protocol/Internet Protocol.Protokol 
        untuk komunikasi data, dan yang	paling banyak digunakan oleh 
        mesin-mesin Unix.
</descrip>


<sect1>Beberapa Informasi Umum.

<p>
Berikut ini merupakan cuplikan dari buku  manual Sun(tm) System &amp; 
Network Administration :

<tscreen><verb>
"NIS sebelumnya dikenal sebagai Sun Yellow Pages (YP) tetapi nama 
Yellow Pages(tm) adalah merek terdaftar milik United Kingdom of 
British Telecom plc dan  tidak boleh digunakan tanpa ijin."
</verb></tscreen>

NIS merupakan kependekan dari Network Information Service. NIS 
berguna untuk menyajikan informasi, yang dikenal atau dapat dipakai 
di seluruh jaringan untuk semua mesin di jaringan. Informasi yang 
disebarkan oleh NIS seperti : 

<itemize>
<item>nama untuk login/password-password/direktori pribadi milik user 
  (/etc/passwd) 
<item>informasi untuk group (/etc/group)
</itemize>
Sebagai contoh, jika password Anda berada pada basis data passwd milik 
NIS, Anda dapat login pada semua mesin pada jaringan yang menjalankan 
program client untuk NIS.

Sun adalah merek terdaftar milik Sun Microsystems, Inc. lisensi untuk 
SunSoft, Inc.

<sect>NIS atau NIS+ ?

<p>
Pilihan antara NIS dan NIS+ adalah mudah, gunakan NIS jika Anda tidak 
harus menggunakan NIS+ atau tidak terlalu membutuhkan faktor 
keamanan yang tinggi. NIS+ sangat sulit untuk ditangani (lebih mudah 
menangani sisi client, tetapi pada sisi server, sangat sulit). Masalah 
lainnya adalah bahwa dukungan untuk NIS+ pada Linux masih dalam 
pengembangan, Anda butuh glibc yang terbaru yang masih dalam taraf 
pengembangan atau harus menunggu untuk glibc versi 2.1.   

<sect1>libc 4/5 dengan NIS yang tradisional atau dengan NYS ?

<p>
Pilihan antara NIS yang tradisional dengan NIS yang ada pada library
NYS tergantung pada pilihan apakah Anda memilih yang mudah dalam 
implementasi dan telah teruji atau Anda memilih yang fleksibel dan 
banyak hal-hal baru yang akan ditemui.

Pada NIS yang tradisional, programnya ditulis dengan menggunakan 
bahasa C yang standard dan sudah lama ada dan kadang-kadang sudah 
kadaluwarsa dan tidak fleksibel.

Anda perlu mengkompile ulang library libc milik Anda untuk 
menggabungkan kode-kode NIS yang berada pada library milik NYS. 
Sehingga nantinya library libc milik Anda, berisi kode-kode NIS milik 
NYS ( atau Anda telah mendapatkan hasil kompile nya dari orang lain).

Perbedaan lainnya adalah bahwa NIS yang tradisional memiliki dukungan 
pada Netgroups NIS, yang mana pada NYS belum ada pada saat ini. Tetapi 
NYS memungkinkan Anda untuk menangani Shadow Passwords. NIS yang 
tradisional, tidak mendukung Shadow Passwords.

Tetapi bila Anda menggunakan GNU C Library 2.x *aka libc) yang baru, 
maka library ini sudah mendukung NSS (name switch service), yang 
membuatnya fleksibel dan mendukung untuk pengaturan NIS/NIS+ 
berikut ini : aliases, ethers, group, hosts, netgroups, networks, 
protocols, publickey, passwd, rpc, services dan shadow.

<sect>Bagaimana cara kerjanya

<sect1>Bagaimana cara kerja NIS(YP)

<p>
Dalam sebuah jaringan harus ada satu mesin yang bertindak sebagai 
server NIS. Anda dapat memiliki lebih dari 1 server NIS, dan setiap 
server tersebut melayani domain NIS yang berbeda-beda, atau Anda 
mengatur agar server-server tersebut bekerja sama dimana salah satu 
server sebagai master dan server yang lain sebagai pembantu (untuk 
domain yang sama), atau bahkan Anda memiliki kedua cara ini dalam 
jaringan Anda.

Server pembantu hanya memiliki salinan dari basis data NIS dan 
menerima salinan tersebut dari server NIS yang utama pada saat ada 
perubahan pada basis data induk. Anda memutuskan untuk menginstal satu 
atau lebih server pembantu, tergantung dari jumlah mesin pada jaringan 
Anda dan keandalan jaringan Anda. Pada saat server NIS sedang tidak 
aktif atau terlalu lambat untuk menanggapi permintaan, clien  NIS yang 
terhubung pada server tersebut akan berusaha mencari server lain yang 
sedang aktif atau merespon lebih cepat.

Basis data NIS disebut format DBM, merupakan turunan dari basis data 
ASCII. Sebagai contoh, file <tt>/etc/passwd</tt> dan <tt>/etc/group</tt>
dapat secara langsung dikonversikan menjadi format DBM dengan 
menggunakan perangkat lunak penterjemah ASCII-to-DBM ("makedbm", 
disertakan didalam perangkat lunak milik server). Server master untuk 
NIS sebaiknya memiliki basis data ASCII dan basis data DBM.

Server pembantu akan diberitahu setiap perubahan pada server NIS, 
(melalui program "yppush"), dan secara otomatis mengambil perubahan-
perubahan yang diperlukan untuk mensinkronisasikan basis datanya. 
Klien NIS tidak perlu melakukan ini sebab selalu berkomunikasi dengan
server NIS untuk mendapatkan informasi yang disimpan pada basis data
DBM milik server.

Penulis dari klien YP untuk Linux telah menginformasikan bahwa ypbind 
yang terbaru (ypbind-3.3.tar.gz) dapat berhubungan dengan server
secara langsung tanpa perlu melakukan broadcast (yang mana tidak aman
karena setiap orang menginstall server NIS dapat menjawab permintaan
dari broadcast tersebut) melalui konfigurasi berkasnya.

<sect1>Bagaimana cara kerja NIS+

<p>
NIS+ adalah versi terbaru dari network information nameservice dari 
Sun. Perbedaan paling besar antara NIS dan NIS+ adalah, NIS+ 
mendukung penyandian data dan autentifikasi yang aman melalui RPC.

Model penamaan dari NIS+ berdasarkan struktur pohon. Setiap titik di 
dalam pohon bersesuaian dengan obyek dari NIS+, dimana kita memiliki 
6 tipe: directory, entry, group, link, table dan private.

Direktori NIS+ yang merupakan akar dari NIS+ disebut sebagai direktori 
root. Ada 2 direktori NIS+ yang khusus yaitu : org_dir dan groups_dir. 
Direktori org_dir berisi semua tabel-tabel untuk fungsi administrasi 
seperti passwd, hosts, dan mail_aliases. Direktori groups_dir terdiri
dari kelompok obyek-obyek milik  NIS+ yang digunakan untuk
pengontrolan terhadap suatu akses. Kumpulan dari org_dir, groups_di 
dan direktori parent disebut sebagai domain NIS+.

<sect>Portmapper RPC<label id=portmapper>

<p>
Untuk menjalankan program yang disebutkan di bawah ini, Anda perlu 
menjalankan program /usr/sbin/portmap. Beberapa distribusi Linux telah 
menyisipkan kode untuk mengaktifkan daemon ini secara otomatis pada 
berkas /etc/rc.d. Semua yang Anda perlukan adalah mengaktifkannya dan 
melakukan booting ulang mesin Linux Anda. Baca dokumentasi Linux 
Anda bagaimana cara melakukan ini.

Portmapper RPC (portmap(8)) adalah sebuah server yang merubah 
nomor-nomor program RPC menjadi nomor-nomor port untuk protokol 
TCP/IP (atau UDP/IP).  Portmapper RPC ini harus sedang berjalan agar 
RPC dapat melakukan pemanggilan (seperti ini yang dilakukan oleh klien 
NIS/NIS+) ke server RPC (seperti yang dilakukan oleh klien NIS/NIS+) 
pada sebuah mesin. Pada saat server RPC diaktifkan, server ini akan 
memberitahu portmap, port nomor berapa yang sedang di dengarkan dan 
nomor-nomor program RPC berapa saja yang disiapkan untuk melayani. 
Ketika klien ingin melakukan pemanggilan RCP ke nomor program 
tertentu, pertama-tama klien akan melakukan kontak pada portmap yang 
ada pada server untuk menentukan nomor port dimana paket-paket RPC 
akan dikirim. Biasanya, server RPC yang standard diaktifkan oleh 
inetd(8), sehingga portmap harus diaktifkan sebelum inetd dikerjakan.

Untuk RPC yang aman, portmapper memerlukan Time Service (waktu 
pelayanan). Pastikan bahwa Time Service diaktifkan dari file 
/etc/inetd.conf pada semua hosts :
<tscreen><verb>
#
# Time service is used for clock syncronization
#
time	stream	tcp	nowait	nobody	/usr/sbin/tcpd	in.timed
time	dgram	udp	wait	nobody	/usr/sbin/tcpd	in.timed
</verb></tscreen>

Penting : jangan lupa untuk mengaktifkan kembali inetd setelah merubah 
file ini !

<sect>Apa yang Anda perlukan untuk men set-up NIS ?

<sect1>Tentukan apakah Anda akan bertinda sebagai server, pelayan atau 
klien.

<p>
Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus memperhatikan dua keadaan 
berikut ini :
<enum>
<item>Mesin Anda merupakan bagian dari sebuah jaringan yang telah ada 
   server NIS nya.
<item>Pada saat ini Anda belum memiliki server NIS pada jaringan.
</enum>

Pada kasus pertama, Anda hanya membutuhkan program untuk klien 
(ypbind,ypwhich, ypcat, yppoll, ypmatch). Program yang paling penting 
adalah ypbind. Program ini selalu harus dijalankan setiap saat dan 
harus selalu muncul pada setiap daftar-daftar proses. Sehingga disebut 
proses daemon dan perlu diaktifkan dari berkas untuk start-up milik 
sistem (contoh: /etc/rc.local, /etc/init.d/nis,/ etc/rc.d/init.d/
ypbind). Segera pada saat program ypbind jalan, maka sistem Anda 
telah menjadi klien NIS.

Pada kasus ke dua, jika Anda tidak memiliki server NIS, maka Anda 
memerlukan program untuk server NIS (biasanya disebut ypserv). Seksi 8 
menjelaskan bagaimana melakukan set-up pada server NIS pada mesin 
Linux Anda dengan menggunakan "ypserv", yang implementasi ypserv ini 
dilakukan oleh Peter Eriksson dan Thorsten Kukuk. Catatat bahwa mulai 
versi 0.14, implementasi ini mendukung konsep majikan-pembantu, yang 
akan dibicarakan pada seksi 4.1.

Terdapat pula server NIS yang lain yang juga gratis, disebut "yps", 
ditulis oleh Tobias Reber di Jerman yang juga mendukung konsep 
majikan- pembantu, tetapi banyak terdapat keterbatasan dan di mendapat 
dukungan lagi.

<sect1>Perangkat lunak

<p>
Library system "/usr/lib/libc.a" (versi 4.4.2 dan yang lebih baru) 
atau library yang dapat dipergunakan bersama-sama (share) 
"/lib/libc.so.c" berisi semua system calls yang dibutuhkan agar dapat 
berhasil mengkompile klien NIS dan servernya. Untuk glibc 2.x, Anda 
membutuhkan pula /lib/libnsl.so.1.

Beberapa orang melaporkan bahwa NIS hanya bekerja pada 
"/usr/lib/libc.a" versi 4.5.21 atau yang lebih baru, sehingga apabila 
Anda ingin menggunakannya jangan menggunakan libc versi yang lebih 
lama. Program untuk klien NIS bisa didapatkan dari
<tscreen><verb>
Site			Directory			File Name

ftp.uni-paderborn.de    /linux/local/yp			yp-clients-
2.2.tar.gz
ftp.uni-paderborn-de	/linux/local/yp			ypbind-
3.3.tar.gz
ftp.kernel.org		/pub/linux/utils/net/NIS	yp-tools-
1.4.tar.gz
ftp.kernel.org		/pub/linux/utils/net/NIS	ypbind-
3.3.tar.gz
sunsite.unc.edu	        /pub/Linux/system/Network/admin	yp-clients-
2.2.tar.gz
</verb></tscreen>

Apabila Anda telah mendapatkan program tersebut, silahkan mengikuti 
instruksi yang menyertai program tersebut. yp-clients 2.2 dapat 
dipergunakan bersama dengan libc4 dan libc5 sampai 5.4.20. libc 5.4.21 
dan glibc 2.x perlu yp-tools 1.4. Karena adanya bugs pada kode-kode 
NIS, maka sebaiknya Anda tidak menggunakan libc 5.4.21-5.4.35. 
Gunakan saja libc 5.4.36 atau yang lebih baru. ypbind 3.3 dapat bekeja 
dengan semua libraries. Sebaiknya Anda tidak menggunakan ypbind yang 
berasal dari yp-clients 2.2.

<sect1>Daemon milik ypbind.

<p>
Dengan assumsi Anda telah berhasil mengkompile program-program 
tersebut, maka Anda telah siap untuk menginstal program tersebut. 
Tempat yang sesuai untuk meletakkan daemon ypbind adalah pada 
direktori /usr/sbin. Beberapa orang mungkin mengatakan kepada Anda, 
bahwa Anda tidak memerlukan ypbind pada sistem yang menggunakan 
NYS. Tetapi pendapat ini salah, ypwhich dan ypcat memerlukannya.

Untuk melakukan instalasi ini, Anda harus bertindak sebagai root. 
Berkas-berkas biner yang lain (ypwhich, ypcat, yppoll, ypmatch) 
sebaiknya diletakkan pada direktori yang dapat diakses oleh semua 
pemakai, biasanya /usr/bin.

Proses ypbind memiliki berkas konfigurasi yang disebut /etc/yp.conf. 
Anda dapat memasukkan nama-nama server NIS disana, untuk informasi 
lebih lanjut, silahkan lihat pada halaman manual untuk ypbind(8). 
Anda memerlukan file ini pula untuk NYS. Sebagai contoh isi dari file 
konfigurasi tersebut adalah
<tscreen><verb>
  ypserver voyager
  ypserver ds9
</verb></tscreen>

Jika sistem bisa mendapatkan nama hosts di atas tanpa melalui NIS, 
Anda dapat menggunakan nama servernya , tetapi apabila tidak, maka 
Anda harus menggunakan alamat IP nya.

Lebih baik Anda melakukan test terlebih dahulu sebelum mengaktifkan 
ypbind secara otomatis melalui berkas /etc/rc.d. Untuk melakukan test 
tersebut, kerjakan langkah-langkah berikut :
i
<itemize>
<item>Pastikan nama domain Anda telah di set. Jika belum, jalankan 
      perintah berikut :

      <tscreen><verb>
	/bin/domainname nis.domain
      </verb></tscreen>
  dimana <tt>nis.domain</tt> sebaiknya merupakan string, dan sama sekali 
  tidak berhubungan dengan nama domain dari mesin Anda ! Alasannya 
  adalah untuk mempersulit orang-orang yang ingin mencuri basis data 
  password dari server NIS Anda. Jika Anda tidak mengetahui nama domain 
  NIS Anda, hubungi system/network administrator Anda.

<item>Jalankan "/usr/sbin/portmap" jika program tersebut masih belum 
  jalan.

<item>Buat direktori "/var/yp" jika belum ada.

<item>Jalankan "/usr/sbin/ypbind"

<item>Gunakan perintah "rpcinfo -p localhost" untuk memeriksa apakah 
  ypbind dapat mendaftarkan servicenya dengan portmapper. rpcinfo 
  seharusnya menghasilkan output seperti berikut :

      <tscreen><verb>
	program	vers 	proto  	port
	 100000	    2  	tcp	111  portmapper
	 100000	    2 	udp	111  portmapper
 	 100007	    2	udp	637  ypbind
 	 100007	    2	tcp	639  ypbind
	 300019       1	udp	660
      </verb></tscreen>

<item>Anda sebaiknya juga menjalankan "rpcinfo -u localhost ypbind". 
  Perintah ini seharusnya menghasilkan output seperti berikut :

      <tscreen><verb>
	program 100007 version 2 ready and waiting
      </verb></tscreen>

</itemize>

Pada saat ini Anda seharusnya sudah dapat menggunakan program untuk 
klien NIS seperti ypcat, dll... Sebagai contoh "ypcat passwd" akan 
menampilkan isi seluruh basis data password dari NIS.

Penting: jika Anda tidak melakukan prosedure tes di atas, pastikan 
bahwa Anda telah men set nama domain dan membuat direktori :

<tscreen><verb>
  /var/yp
</verb></tscreen>

Direktori ini harus ada sehingga ypbind dapat berjalan dengan baik.

Jika tes tersebut berjalan baik, mungkin Anda ingin merubah isi berkas 
/etc/rc.d pada sistem Anda, sehingga ypbind dapat berjalan secara 
otomatis pada saat booting pertama kali, dan secara otomatis pula 
mesin Anda menjadi klien NIS. Pastikan pula bahwa nama domain juga di 
set pada saat booting pertama.

Booting ulang mesin Anda, dan lihat pada pesan-pesan pada saat 
booting, lihat apakah ypbind juga diaktifkan.

<sect1>Melakukan setting klien NIS menggunakan NIS yang tradisional

<p>
Untuk pencarian nama host yang menggunakan NIS, Anda harus 
menambah "nis" pada berkas /etc/host.conf. Silahkan baca manual 
"resolv+8" untuk lebih detail.

Tambahkan baris berikut ini pada berkas /etc/passwd di klien NIS Anda:

<tscreen><verb>
+::::::
</verb></tscreen>

Anda dapat pula menggunakan karakter + dan - untuk menyertakan/tidak 
menyertakan atau merubah user. Jika Anda ingin tidak menyertakan user 
guest, tambahkan saja -guest pada berkas /etc/passwd. Apakah Anda 
ingin menggunakan shell yang berbeda (misalkan ksh) untuk user yang 
bernama "Linux"? Tidak ada masalah, tambahkan saja 
"+linux::::::/bin/ksh" (tanpa tanda petik) pada berkas /etc/passwd 
Anda. Field-field yang tidak ingin Anda ubah, biarkan kosong. Anda 
dapat pula menggunakan Netgroups untuk pengontrolan user.

Sebagai contoh, untuk mengijinkan pengaksesan login hanya untuk 
miquels, dth dan ed serta semua anggota dari netgroup sysadmin, tetapi 
semua data account milik user tetap tersedia maka dituliskan sebagai 
berikut :

<tscreen><verb>
	+miquels:::::::
	+ed:::::::
	+dth+++++++
	+@sysadmins:::::::
	-ftp
	+:*::::::/etc/NoShell
</verb></tscreen>

Perlu diperhatikan bahwa didalam Linux Anda dapat pula 
mengesampingkan field password, seperti yang telah kita lakukan pada 
contoh ini. Pada contoh ini, kita juga menghapus login untuk ftp, 
sehingga tidak dikenal lagi, dan anonymous ftp tidak dapat digunakan 
lagi.

Netgroup akan terlihat seperti berikut :

<tscreen><verb>
sysadmins (-,software,) (-,kukuk,)
</verb></tscreen>

Penting: perlu diketahui bahwa kelebihan netgroup diimplementasikan 
mulai libc 4.5.26. Tetapi jika Anda memiliki versi dari libc yang 
sebelum 4.5.26, setiap user yang terdaftar di dalam basis data password 
NIS , dapat mengakses mesin Linux Anda, jika Anda menjalankan "ypbind".
		
<sect1>Setting klien NIS dengan menggunakan NYS

<p>
Yang dibutuhkan adalah berkas konfigurasi (/etc/yp.conf) yang berisi / 
menunjuk pada server NIS yang akan dipakai untuk mendapatkan 
informasi. Selain itu dibutuhkan pula berkas konfigurasi untuk Name 
Service Switch (/etc/nsswitch.conf) yang harus disetting secara benar.

Anda harus meng install ypbind. Meskipun tidak dibutuhkan oleh libc, 
tetapi program-program / tool milik NIS(YP) membutuhkannya.

Jika Anda bermaksud menyertakan/tidak menyertakan kelebihan-
kelebihan fasilitas untuk penanganan user (+/-guest/+@admins), Anda 
harus menggunakan "passwd: compat" dan "group:compat". Perlu 
diketahui, bahwa tidak ada "shadow: compat" ! Dalam kasus ini Anda 
harus menggunakan "shadow: files nis".

Sumber-sumber NYS adalah bagian dari sumber-sumber libc 5. Pada saat 
melakukan konfigurasi, isikan "NO" pada pertanyaan "Values correct", 
lalu isikan "YES" pada "Build a NYS libc from nys"

<sect1>Setting klien NIS dengan menggunakan glibc 2.x

<p>
glibc menggunakan NIS yang tradisional, sehingga Anda perlu untuk 
menjalankan ypbind. Berkas konfigurasi untuk Name Services Switch 
(/etc/nsswitch.conf) harus di set up secara benar. Jika Anda 
menggunakan mode compat untuk passwd, shadow atau group, Anda harus 
menambah "+" pada akhir dari berkas ini, dan Anda dapat menggunakan / 
tidak menggunakan kelebihan fasilitas-fasilitas untuk user. 
Konfigurasi ini persis sama pada Solaris 2.x.

<sect1>Berkas nsswitch.conf

<p>
Berkas Network Services Switch, /etc/nsswitch.conf berisi urutan 
pencarian yang dilakukan ketika sebuah informasi dibutuhkan, sama 
seperti halnya berkas /etc/host.conf, yang berisi bagaimana pencarian 
sebuah host dilakukan. Sebagai contoh :

<tscreen><verb>
    host: files nis dns
</verb></tscreen>

pada baris di atas, pencarian pertama kali dilakukan pada berkas lokal 
/etc/hosts, apabila tidak ditemukan, dilanjutkan pencarian pada nis 
dan akhirnya pada domain name service (/etc/resolv.conf dan named), 
apabila nama host tersebut belum ditemukan juga, maka akan ditampilkan 
pesan kesalahan.

Versi pertama dari buku petunjuk untuk nsswitch.conf dapat ditemukan 
pada <url url="http://www-vt.uni-paderborn.de/~kukuk/linux/misc.html" 
 name="http://www-vt.uni-paderborn.de/~kukuk/linux/misc.html">.

Sebuah berkas /etc/nsswitch.conf yang bagus untuk NIS adalah :
<tscreen><verb>
 #
 # /etc/nsswitch.conf
 #
 # An example Name Service Switch config file. This file should be
 # sorted with the most-used services at the beginning.
 #
 # The entry '[NOTFOUND=return]' means that the search for an
 # entry should stop if the search in the previous entry turned
 # up nothing. Note that if the search failed due to some other reason
 # (like no NIS server responding) then the search continues with the
 # next entry.
 #
 # Legal entries are:
 #
 #       nisplus          Use NIS+ (NIS version 3)
 #       nis              Use NIS (NIS version 2), also called YP
 #       dns              Use DNS (Domain Name Service)
 #       files            Use the local files
 #       db               Use the /var/db databases
 #       [NOTFOUND=return]	Stop searching if not found so far
 #

 passwd: compat
 group:  compat
 shadow: compat

 passwd_compat: nis
 group_compat:  nis
 shadow_compat: nis

 hosts:      	nis files dns

 services:   	nis [NOTFOUND=return] files
 networks:   	nis [NOTFOUND=return] files
 protocols:  	nis [NOTFOUND=return] files
 rpc:        	nis [NOTFOUND=return] files
 ethers:     	nis [NOTFOUND=return] files
 netmasks:   	nis [NOTFOUND=return] files
 netgroup:   	nis
 bootparams: 	nis [NOTFOUND=return] files
 publickey:  	nis [NOTFOUND=return] files
 automount:  	files
 aliases:    	nis [NOTFOUND=return] files
</verb></tscreen>

passwd_compat, group_compat dan shadow_compat hanya dapat 
digunakan apabila Anda menggunakan glibc 2.x Jika tidak ada aturan 
mengenai shadow di dalam berkas /etc/nsswitch.conf, glibc akan 
menggunakan aturan passwd untuk melakukan pencarian. Ada modul 
pencarian lain untuk glibc seperti hesoid. Untuk informasi lebih 
lanjut, silahkan baca dokumentasi untuk glibc.

<sect>Apa yang Anda butuhkan untuk melakukan setting NIS+ ?

<sect1>Perangkat lunak

<p>
Kode-kode klien NIS+ untuk Linux dikembangkan untuk GNU C library 
2. Tersedia pula untuk libc5 milik  Linux , dan hampir semua aplikasi 
komersial di link dengan menggunakan library ini, maka Anda tidak 
dapat melakukan kompilasi ulang untuk menggunakan glibc. Ada masalah 
dengan libc5 + NIS+ yaitu Anda tidak dapat me link program statik 
dengannya, dan program-program yang dikompile dengan menggunakan 
library ini tidak akan bekerja dengan versi libc5 yang lain.

Anda perlu untuk mengambil dan mengkompile GNU C library 2 yang 
terbaru. Dan Anda perlu sistem yang berbasis glibc seperti RedHat 5.0 
atau Debian yang masih belum stabil. Tetapi hati-hati: semua ini masih 
dalam taraf beta ! Baca dokumentasi tentang glibc dan dari 
distribusinya ! glibc 2.0.x tidak berisi dukungan untuk NIS+, dan 
tidak akan pernah berisi dukungan tersebut. Versi public pertama dari 
glibc yang mendukung NIS+ adalah versi 2.1.

Program klien NIS+ bisa didapatkan dari :
<tscreen><verb>

Tempat                 	Direktori               Nama Berkas

ftp.kernel.org   /pub/software/libs/glibc   libc-*, glibc-crypt-*,
			                    glibc-linuxthreads-*,
                                            glibc-localedata-*
wauug.erols.com  /pub/net/nis               nis-tools-1.4.tar.gz
wauug.erols.com  /pub/net/nis               pam_keylogin-1.0.tar.gz
</verb></tscreen>

Distribusi yang berbasiskan glibc bisa didapatkan dari :

<tscreen><verb>

         Tempat                   	Direktori

         ftp.redhat.com         	/pub/redaht/mustang
         ftp.debian.org         	/pub/debian/hamm
</verb></tscreen>

Untuk kompilasi library GNU C, silahkan ikuti instruksi yang menyertai 
program tersebut. Di tempat-tempat di bawah ini Anda dapat menemukan 
patched libc5, berbasiskan NYS dan sources glibc yang sesuai standard 
dengan libc5 :

<tscreen><verb>

Tempat                 	Direktori                 Nama Berkas

ftp.kernel.org	/pub/linux/utils/net/NIS+ libc-5.4.38-nsl-0.4.6.tar.gz
</verb></tscreen>

Anda sebaiknya juga melihat pada 
<url url="http://www-vt.uni-paderborn.de/~kukuk/linux/nisplus.html" 
name="http://www-vt.uni-paderborn.de/~kukuk/linux/nisplus.html"> untuk 
informasi lebih lanjut dan sources yang paling baru.

<sect1>Setting klien NIS+

<p>
Penting: untuk melakukan setting klien NIS+, baca dokumentasi NIS+ 
milik Solaris Anda, untuk mengetahui apa yang harus dilakukan pada
sisi server ! Dokumen ini hanya berisi apa yang harus dilakukan pada 
sisi klien.

Setelah melakukan instalasi libc yang baru dan program-program 
pendukung untuk nis, buat sebuah pengenal untuk klien baru pada server 
NIS+. Lalu jalankan

<tscreen><verb>
domainname nisplus.domain.
nisinit -c -H <NIS+ server>
</verb></tscreen>

untuk melakukan inisialisasi. Baca petunjuk nisinit untuk pilihan-
pilihan yang menyertai nisinit. Pastikan nama domain akan selalu di 
set setelah booting ulang. Jika Anda tidak mengetahui nama domain NIS+ 
pada jaringan Anda, Anda dapat menanyakannya pada system atau network 
adminstrator Anda.

Anda sebaiknya merubah berkas /etc/nsswitch.conf. Pastikan bahwa 
setelah publickey adalah nisplus ("publickey: nisplus"), dan tidak ada 
yang lain.

Setelah itu,jalankan keyserv, dan pastikan bahwa akan selalu 
diaktifkan secara otomatis pada saat booting. Kemudian jalankan

<tscreen><verb>
keylogin -r
</verb></tscreen>

untuk menyimpan secretkey milik root pada sistem Anda. (Penulis 
mengharapkan Anda telah menambahkan publickey untuk host baru pada 
server NIS+)

Perintah "niscat passwd.org_dir" seharusnya pada saat ini menampilkan 
pada Anda semua isian dari basis data passwd.

<sect1>NIS+, keylogin, login dan PAM

<p>
Pada saat user login, dia perlu menset secretkey nya pada keyserv. Ini 
dilakukan dengan cara memanggil "keylogin". Login yang berasal dari 
paket shadow akan melakukan ini untuk user. Untuk PAM, Anda harus 
menginstall pam_keylogin-1.1.tar.gz dan merubah berkas 
/etc/pam.d/login untuk menggunakan pam_unix_auth, bukan pwdb, yang 
tidak mendukung NIS+.  Sebagai contoh :

<tscreen><verb>
#%PAM-1.0
auth       required     /lib/security/pam_securetty.so
auth       required     /lib/security/pam_keylogin.so
auth       required     /lib/security/pam_unix_auth.so
auth       required     /lib/security/pam_nologin.so
account    required     /lib/security/pam_unix_acct.so
password   required     /lib/security/pam_unix_passwd.so
session    required     /lib/security/pam_unix_session.so
</verb></tscreen>

<sect1>Berkas nsswitch.conf

<p>
Berkas /etc/nsswitch.conf milik Network Service Switch, berisi urutan 
pencarian yang dilakukan ketika sebuah informasi dibutuhkan, seperti 
halnya berkas /etc/host.conf, yang berisi cara pencarian yang 
dilakukan untuk mencari host. Sebagai contoh :

<tscreen><verb>
    host: files nis dns
</verb></tscreen>

pada baris di atas, pencarian pertama kali dilakukan pada berkas lokal 
/etc/hosts, apabila tidak ditemukan, dilanjutkan pencarian pada nis 
dan akhirnya pada domain name service (/etc/resolv.conf dan named), 
apabila nama host tersebut belum ditemukan juga, maka akan ditampilkan 
pesan kesalahan.

Versi pertama dari buku petunjuk untuk nsswitch.conf dapat ditemukan 
pada <url url="http://www-vt.uni-paderborn.de/~kukuk/linux/misc.html" 
 name="http://www-vt.uni-paderborn.de/~kukuk/linux/misc.html">.

Sebuah berkas /etc/nsswitch.conf yang bagus untuk NIS+ adalah :
<tscreen><verb>
 #
 # /etc/nsswitch.conf
 #
 # An example Name Service Switch config file. This file should be
 # sorted with the most-used services at the beginning.
 #
 # The entry '[NOTFOUND=return]' means that the search for an
 # entry should stop if the search in the previous entry turned
 # up nothing. Note that if the search failed due to some other reason
 # (like no NIS server responding) then the search continues with the
 # next entry.
 #
 # Legal entries are:
 #
 #       nisplus            Use NIS+ (NIS version 3)
 #       nis                Use NIS (NIS version 2), also called YP
 #       dns                Use DNS (Domain Name Service)
 #       files              Use the local files
 #       db                 Use the /var/db databases
 #       [NOTFOUND=return]  Stop searching if not found so far
 #

  passwd:     compat
# for libc5: passwd: files nisplus
  group:        compat
# for libc5: group: files nisplus
  shadow:     compat
# for libc5: shadow: files nisplus

  passwd_compat: nisplus
  group_compat:  nisplus
  shadow_compat: nisplus

  hosts:      	nisplus files dns

  services:   	nisplus [NOTFOUND=return] files
  networks:   	nisplus [NOTFOUND=return] files
  protocols:  	nisplus [NOTFOUND=return] files
  rpc:        	nisplus [NOTFOUND=return] files
  ethers:     	nisplus [NOTFOUND=return] files
  netmasks:   	nisplus [NOTFOUND=return] files
  netgroup:   	nisplus
  bootparams: 	nisplus [NOTFOUND=return] files
  publickey:  	nisplus [NOTFOUND=return] files
  automount:  	files
  aliases:    	nisplus [NOTFOUND=return] files
</verb></tscreen>

<sect>Setting server NIS

<sect1>Program server ypserv

<p>
Dokumen ini hanya berisi bagaimana cara melakukan set up "ypserv" pada 
server NIS.

Perangkat lunak untuk server NIS, dapat ditemukan pada :

<tscreen><verb>
 Tempat               Direktori                	Nama Berkas
	
ftp.kernel.org	  /pub/linux/utils/net/NIS	ypserv-1.2.7.tar.gz
waaug.erols.com	  /pub/net/nis                 	ypserv-1.2.5.tar.gz
</verb></tscreen>

Anda dapat pula melihat pada
<url url="http://www-vt.uni-paderborn.de/~kukuk/linux/nis.html"
 name="http://www-vt.uni-paderborn.de/~kukuk/linux/nis.html">
untuk informasi source yang terbaru.

Setup server ini sama baik untuk NIS yang tradisional mapun untuk NYS.

Kompile program tersebut untuk menghasilkan "ypserv" dan "makedbm". 
Jika Anda menjalankan server Anda sebagai master, tentukan berkas-
berkas apa saja yang dibutuhkan dan akan tersedia lewat NIS, lalu 
tambah atau hapus beberapa isian pada berkas <tt>/var/yp/Makefile</tt>.

Sunting berkas /var/yp/securenets dan /etc/ypserv.conf. Untuk 
informasi lebih lanjut, baca halaman manual dari ypserv(8) dan 
ypserv.conf(8).

Pastikan portmapper (portmap(8)) sedang dalam keadaan aktif, lalu 
jalankan perintah "ypserv". Perintah

<tscreen><verb>
	% rpcinfo -u localhost ypserv
</verb></tscreen>

seharusnya menampilkan hasil sebagai berikut

<tscreen><verb>
	program 100004 version 2 ready and waiting
</verb></tscreen>

Sekarang membuat basis data untuk NIS(YP). Pada master, jalankan

<tscreen><verb>
	% /usr/lib/yp/ypinit -m
</verb></tscreen>

pada pembantu, pastikan bahwa ypwhich -m bekerja. Lalu jalankan

<tscreen><verb>
	% /usr/lib/yp/ypinit -s masterhost
</verb></tscreen>

Setelah selesai, maka server Anda telah berjalan.

Mungkin Anda sebaiknya menyunting crontab milik root *pada 
pembantu* dan tambahkan baris-baris berikut :

<tscreen><verb>
             20 *    * * *    /usr/lib/yp/ypxfr_1perhour
             40 6    * * *    /usr/lib/yp/ypxfr_1perday
             55 6,18 * * *    /usr/lib/yp/ypxfr_2perday
</verb></tscreen>

Ini akan memastikan bahwa pemetaan NIS tidak akan kadaluwarsa, 
meskipun perubahan pada pembantu gagal karena pembantu sedang tidak 
aktif pada saat perubahan dilakukan oleh master.

Jika Anda ingin membatasi akses pada server NIS Anda, Anda harus men 
set up NIS server Anda menjadi klien dengan menjalankan ypbind dan 
menambah tanda + pada pertengahan berkas /etc/passwd. Semua fungsi-
fungsi dari library akan mengabaikan semua isian normal setelah isian 
pertama NIS, dan info sisanya akan didapatkan dari NIS. Dengan cara 
ini aturan akses NIS dilakukan. Contoh :

<tscreen><verb>
            root:x:0:0:root:/root:/bin/bash
            daemon:*:1:1:daemon:/usr/sbin:
            bin:*:2:2:bin:/bin:
            sys:*:3:3:sys:/dev:
            sync:*:4:100:sync:/bin:/bin/sync
            games:*:5:100:games:/usr/games:
            man:*:6:100:man:/var/catman:
            lp:*:7:7:lp:/var/spool/lpd:
            mail:*:8:8:mail:/var/spool/mail:
            news:*:9:9:news:/var/spool/news:
            uucp:*:10:50:uucp:/var/spool/uucp:
            nobody:*:65534:65534:noone at all,,,,:/dev/null:
            +miquels::::::
            +:*:::::/etc/NoShell
            [ All normal users AFTER this line! ]
            tester:*:299:10:Just a test account:/tmp:
            miquels:1234567890123:101:10:Miquel van 
Smoorenburg:/home/miquels:/bin/zsh
</verb></tscreen>

User tester tetap ada, tetapi memiliki shell /etc/NoShell. miquels 
tetap memiliki akses yang normal.

Ada cara lain yaitu, Anda dapat menyunting berkas /var/yp/Makefile dan 
men set up NIS agar menggunakan berkas password yang lain. Pada 
sistem yang besar, password NIS dan berkas group biasanya disimpan 
pada /var/yp/ypfiles. Jika Anda melakukan ini, perintah-perintah 
seperti "passwd","chfn","adduser", tidak akan dapat dipakai lagi dan 
Anda perlu membuat perintah yang sesuai untuk menggantikannya.

Meskipun demikian yppasswd, ypchsh dan ypchfn tetap dapat bekerja 
normal.

<sect1>Program yps dari server

<p>
Untuk melakukan set up server NIS dengan menggunakan "yps", silahkan 
melihat pada paragraph sebelumnya. Set up server dengan menggunakan 
"yps" serupa seperti di atas, tetapi tidak seluruhnya, hati-hati jika 
Anda mencoba menjalankan instruksi "ypserv" pada "yps" ! "yps" tidak 
ada dukungan dari semua pengarang, dan memiliki keamanan yang lemah. 
Anda sebaiknya tidak menggunakannya.

Server NIS untuk "yps" dapat ditemukan pada :

<tscreen><verb>
Tempat		Direktori			Nama Berkas

ftp.kernel.org	   /pub/linux/utils/net/NIS	yps-0.21.tar.gz
ftp.lysator.liu.se /pub/NYS/servers		yps-0.21.tar.gz
</verb></tscreen>

<sect1>Program rpc.yppasswdd

<p>
Ketika user mengganti passwordnya, basis data NIS untuk password dan 
mungkin basis data NIS yang lain, yang tergantung pada password NIS 
akan di perbaharui. Program "rpc.yppasswdd" berada pada server dan 
menangani perubahan pada password dan semua informasi NIS yang 
berhubungan akan diperbaharui pula oleh program ini. rpc.yppasswdd 
sekarang digabungkan dengan ypserv 1.2.7. Anda tidak membutuhkan 
versi rpc.yppasswdd yang lebih lama dan terpisah seperti yppasswd-
0.9.tar.gz atau yppasswd-0.10.tar.gz, dan sebaiknya Anda tidak 
menggunakannya lagi. rpc.yppasswdd dari ypserv 1.2.7 sudah mendukung 
shadow password. yppasswd sekarang merupakan bagian dari yp-tools-
1.4.tar.gz.

rpc.yppasswdd hanya perlu dijalankan dari sisi server NIS. Berdasarkan 
ketentuan, user tidak diijinkan untuk merubah nama lengkapnya atau 
shell miliknya. Anda dapat mengijinkan ini lewat perintah chfn dengan 
pilihan -e atau chsh dengan pilihan -e.

<sect>Pemeriksaan terhadap instalasi NIS/NYS

<p>
Jika segalanya berjalan lancar (sudah seharusnya), Anda harus dapat 
menguji instalasi Anda dengan beberapa perintah sederhana. Asumsikan, 
sebagai contoh, berkas passwd Anda di sediakan oleh NIS, perintah

<tscreen><verb>	
	% ypcat passwd
</verb></tscreen>

harus menampilkan isi dari berkas passwd milik NIS. Perintah

<tscreen><verb>	
	% ypmatch userid passwd
</verb></tscreen>

(dimana userid adalah nama login dari sembarang user) harus 
memberykan isian dari user tersebut yang berasal dari berkas passwd 
milik NIS. Program "ypcat" dan "ypmatch" harus disertakan didalam 
distribusi milik NIS yang tradisional ataupun NYS.

Jika seorang user tidak dapat login, jalankan program berikut ini pada 
klien :

<tscreen><verb>	
  #include <stdio.h>
  #include <pwd.h>
  #include <sys/types.h>

  int
  main(int argc, char *argv[])
  {
    struct passwd *pwd;

    if(argc != 2)
      {
        fprintf(stderr,"Usage: getwpnam username\n");
        exit(1);
      }

    pwd=getpwnam(argv[1]);

    if(pwd != NULL)
      {
        printf("name.....: [%s]\n",pwd->pw_name);
        printf("password.: [%s]\n",pwd->pw_passwd);
        printf("user id..: [%d]\n", pwd->pw_uid);
        printf("group id.: [%d]\n",pwd->pw_gid);
        printf("gecos....: [%s]\n",pwd->pw_gecos);
        printf("directory: [%s]\n",pwd->pw_dir);
        printf("shell....: [%s]\n",pwd->pw_shell);
      }
    else
      fprintf(stderr,"User \"%s\" not found!\n",argv[1]);

    exit(0);
  }
</verb></tscreen>

Jalankan program tersebut dengan nama user sebagai parameter. Program 
tersebut akan menampilkan semua informasi mengenai user yang 
dihasilkan dari fungsi getpwnam. Hal yang paling sering terjadi dimana 
seorang user tidak dapat login adalah, field password dari /etc/passwd 
terisi dengan tanda "*".

<sect>Masalah-masalah yang umum dan penyelesaiannya di dalam NIS.

<p>
Berikut ini adalah beberapa masalah yang umum yang dilaporkan oleh 
pemakai :

<enum>
<item>Librari untuk 4.5.19 rusak. NIS tidak dapat bekerja dengannya.

<item>Jika Anda meningkatkan versi library dari 4.5.19 ke 4.5.24 lalu 
      perintah su tidak dapat bekerja. Anda membutuhkan perintah su dari 
      distribusi slackware 1.2.0. Celakanya, pada distribusi itu pula Anda 
      mendapatkan librari yang baru.

<item>Anda bisa mendapatkan masalah dengan NIS dan DNS pada mesin yang 
      sama yang menggunakan distribusi a.out yang lama. Server DNS kadang-
      kadang tidak akan mengaktifkan NIS.

<item>Ketika server NIS tiba-tiba menjadi tidak aktif lalu menjadi aktif 
      kembali, ypbind akan menampilkan pesan sebagai berikut :

       <verb>
       yp_match: clnt_call:
                 RPC: Unable to receive; errno = Connection refused
       </verb>

      serta setiap login ditolak bagi setiap user yang terdaftar pada basis 
      data NIS, cobalah login sebagai root dan jika berhasil gunakan 
      perintah kill untuk mematikan perintah ypbind, dan aktfikan lagi. 
      ypbind 3.3 atau yang lebih tinggi, juga sangat membantu.

<item> Setelah dilakukan peningkatan libc ke versi yang lebih baru dari 
       pada 5.4.20, program-program milik yp tidak akan dapat berfungsi lagi. 
       Anda membutuhkan yp-tools 1.2 atau yang lebih baru untuk 
       libc >= 5.4.21 dan glibc 2.x dan yp-clients 2.2 untuk versi yang lebih 
       awal.

<item>Pada libc 5.4.21 - 5.4.35 yp_maplist tidak dapat berfungsi, Anda 
      membutuhkan versi 5.4.36 atau yang lebih baru untuk yp-tools 1.x

<item>libc 5 dengan NIS yang tradisional tidak mendukung shadow passwords 
      pada NIS. Anda membutuhkan libc5 + NYS atau glibc 2.x
</enum>

<sect>Pertanyaan yang paling sering ditanyakan

<p>
Banyak pertanyaan Anda yang seharusnya sudah dijawab. Jika masih ada 
pertanyaan yang belum dijawab, Anda sebaiknya mengirimkan pertanyaan 
tersebut ke

<tscreen><verb>
	comp.os.linux.help
</verb></tscreen>

atau

<tscreen><verb>
	comp.os.linux.networking
</verb></tscreen>

atau menghubungi salah satu dari pengarang HOWTO ini.

</article>

















